Pengertian dan strategi Pembelajaran PAIKEM
Sebuah
proses pembelajaran mutlak diperlukan adanya sebuah strategi
pembelajaran. Hal ini di maksudkan agar pembelajaran tidak berlangsung
seadanya. Pembelajaran haruslah berlangsung dengan terencana. Dampak
intruksional dan dampak pengiringnya harus sudah dapat terproyeksikan
sebelumnya. Salah satu pembelajaran yang belakangan ini mencuat, dan di
akui sebagai strategi pembelajaran yang inovatif serta dapat menjadi
solusi atas kemonotonan pembelajaran di kelas adalah strategi
pembelajaran PAIKEM.
Penerapan
PAIKEM di latarbelakangi oleh kenyataan bahwa model pembelajaran selama
berlangsung ini cenderung membuat siswa merasa malas dan bosan dalam
belajar, dimana siswa hanya duduk pasif mendengarkan guru berceramah,
tanpa memberikan reaksi apapun kecuali mencatat dibuku tulis atas apa
yang diucapkan oleh guru mereka. Hal ini berakibat pada kurang
optimalnya penguasaan materi pada diri peserta didik.
A. Pengertian Pembelajaran PAIKEM
Pembelajaran
PAIKEM adalah sebuah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk
mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan
keterampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar
sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat
bantu belajar (termasuk pemanfaatan lingkungan), supaya pembelajaran
lebih menarik, menyenangkan dan efektif.
Pendekatan PAIKEM sebagai sebuah strategi pembelajaran, memiliki 5 kriteria yang bisa dipaparkan sebagai berikut :
1. Pembelajaran Aktif
Baik
Pendekatan Cara belajar siswa aktif (CBSA) maupun pendekatan
Keterampilan Proses (PKP), sangat mengutamakan tingkat keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran. Suasana
pembelajaran aktif dapat memberikan atmosfer berbeda di dalam ruang
kelas. Sementara itu pembelajaran yang pasif dapat menimbulkan suasana
pembelajaran yang monotan dan menjemukan, karena satu-satunya
sumberasan. pengetahuan dikelas adalah guru.
Hal
yang paling utama yang menjadi keaktifan siswa di dalam kelas adalah
munculnya rasa ingin tahu, ketertarikan dan minat siswa terhadap hal
yang sedang dipelajari. Untuk itu, melalui berbagi teknik dan metode,
guru harus berusaha sebisa mungkin untuk menciptakan suasana sedemikian
rupa guna memicu rasa kepenasaran siswa aktif bertanya, mempertanyakan
mengemukakan gagasan.
Anda
tahu bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran merupakan faktor
penting, kegiatan aktif ini seharusnya tidaklah hanya berupa
keterlibatan secara fisik belaka, tetapi hal yang lebih utama adalah
keterlibatan mental atau intelektual, khususnya keterlibatan
intelektual-emosional. Keterlibatan intelektual memberi peluang
terjadinya asimilasi atau akomodasi kognitif terhadap pengetahuan baru,
serta terbentuknya meta-kognisi (kesadaran dan kemampun untuk
mengendalikan proses kognitifnya itu).
Terdapat
beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan
keaktifan murid dalam belajar, baik dipandang dari pihak pebelajar,
maupun dari pihak pengelola proses pembelajaran. Proses-proses belajar
itulah yang harus diperhatikan dalam menerapkan CBSA, yaitu :
1. Penumbuhan motivasi, baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik;
2. Pemantapan latar dari materi yang akan dipelajari, khususnya pemberian apersepsi / kaitan;
3. Mengupayakan
keterarahan terhadap suatu fokus, seperti suatu konsep inti ataupun
permasalahan sehingga siswa dapat memusatkan perhatian serta mengaitkan /
menghubungkan keseluruhan bahan yang sedang dipelajari;
4. Belajar sambil bekerja, sambil bermain, ataupun kegiatan lainnya;
5. Penyesuaian dengan perbedaan individual;
6. Peluang untuk bekerjasama dengan berbagai pola interaksi;
7. Peluang untuk menemukan sendiri informasi / konsep
8. Penumbuhan kepekaan mencari masalah dan memecahkannya;
Untuk
mewujudkan prinsip belajar diatas, terdapat beberapa hal yang harus
diperhatikan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, antara
lain:
1. Mengupayakan variasi kegiatan dan suasana belajar dengan penggunaan berbagai strategi pembelajaran;
2. Menumbuhkan prakarsa siswa untuk aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran;
3. Mengembangkan berbagai pola interaksi dalam pembelajaran, baik antara guru dan siswa maupun antar siswa;
4. Menggunakan
berbagai sumber belajar, baik yang dirancang / by design (buku
pelajaran, media pembelajaran, model kerangka manusia dll) maupun yang
di manfaatkan / by utilization (tumbuhan, hewan, lingkungan, pasar dll);
2. Pembelajaran Inovatif
Pembelajaran
inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran menyenangkanyang
bisa membuat siswa terbebas dari kejenuhan-kejenuhan pembelajaran. Model
pembelajaran inovatif ini tentunya berbed jauh dari model pembelajaran
konvensional yang memang sudah menjadi kebiasaan dalam pembelajaran.
Guru mencoba untuk menanamkan pemikiran "Learning is fun" kepada semua
peserta didiknya yang merupakan kunci yang diterapkan dalam
pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya
tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan
tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan
tentu saja rasa bosan.
3. Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran
kreatif menekankan pada pengembangan kreatifitas, baik pengembangan
kemampuan imajinasi dan daya cipta (mengarang, membuat kerajinan tangan,
mempraktekkan kesenian dll) maupun pengembangan kemampuan berpikir
kreatif. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif haruslah seimbang dengan kemampuan berpikir rasional logis.
Kreatifitas
merupakan tahap paling tinggi dalam pengembangan kemampuan belajar
seseorang. Untuk menumbuhkan kreatifitas cukup sulit dilakukan, jika
dalam proses yang berlangsung tidak memberikan keaktifan bagi siswa.
Bagi
siswa, pengembangan kemampuan berpikir kretaif melalui pembelajaran
kreatif, akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk menghadapi
tantangan dan permasalahan di masa depan, yang tentunya akan berubah
seiring perubahan zaman dan peradaban.
4. Pembelajaran Efektif
Aspek
efektifitas pembelajaran merupakan kriteria penting dalam setiap
pembelajaran. Suatu pembelajaran disebut efektif manakala pembelajaran
tersebut telah mencapai tujuan pendidikan. Tujuan yang diinginkan dalam
pembelajaran itu mencakup pada penguasaan IPTEKS sebagai bahan ajar,
pembentukan keterampilan atau kemampuan belajar yang lebih efektif dan
efisien (belajar mengenai bagaimana cara belajar), bahkan pembentukan
kemampuan meta-kognisi (kemampuan pengendalian proses kognitif itu
sendiri).
Pembelajaran
yang efektif adalah pembelajaran yang mendidik, yang secara serentak
dapat memenuhi dua sisi penting dari tujuan pendidikan disekolah, yakni:
1. Memiliki atau menguasai ilmu pengetahuan, teknolog, dan seni (IPTEKS);
2. Membangun
diri pribadi sebagai pemanggung eksistensi manusia. Meskipun mungkin
terjadi hubungan timbal balik di antara keduanya, tetapi pemantapan
kesejatian diri (being) menjadi lebih penting dari apa yang tergolong
sebagai milik (having) yakni memiliki IPTEKS itu sendiri.
Dengan
demikian, pendidikan disekolah diharapkan dapat meujudkan tujuan
pendidikan untuk membangun manusia indonesia seutuhnya, yakni manusia
indonesia sebagai fakta a priori, yang dikemudian di bangun dengn bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta keahlian dan kemahiran lainnya, sebagai fakta a posteriori.
5. Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran
menyenangkan merupakan pembelajran yang didesain sedemikian rupa
sehingga memberikan susana penuh keceriaan, menyenangkan, dan yang
paling utama, tidak membosankan, peserta didik. Suasana seperti itu akan
membuat peserta didik bisa lebih terfokus pada kegiatan
belajar-mengajar dikelasnya, sehingga curah perhatiannya akan lebih
tinggi. Tingginya tingkat curah perhatian tersebut, akan meningkatkan
hasil belajar.
Kesenangan
belajar bukan hanya karena lingkungan belajar yang menggairahkan,
tetapi juga karena terpenuhinya hasrat ingin tahu (need achievement)
peserta didik. Pembelajaran
menyenangkan memerlukan dukungan pengelolaan kelas serta penggunaan
media pembelajaran alat bantu dan atau sumber belajar yang tepat.
Pembelajaran yang menyenangkan dapat juga tercipta karena proses
pembelajaran disesuaikan dengan karekteristik murid (seperti: kongkrit,
holistik, manipulatif, dll), dengan menerapkan pendekatan CBSA dan atau
pendekatan keterampilan proses.
B. Prinsip-Prinsip PAIKEM Dalam Pembelajaran
Pelaksanaan
pembelajaran yang mengutamakan aspek keaktifan, kreatifitas dan
inovatif, sehingga membuat pembelajaran menjadi efektif dan
menyenangkan, menuntut guru untuk menguasai berbagai metode mengajar
serta keterampilan dasar mengajar. Penguasaan berbagai metode mengajar
tersebut akan memberi keleluasaan untuk memilih metode yang sesuai
dengan metode yang sesuai dengan tujuan, materi, peserta didik dan
aspek-aspek lainnya, sehingga prinsip-prinsip PAIKEM dapat diterapkan
secara optimal.
Prinsip-prinsip pembelajaran PAIKEM antara lain:
1. Mengalami
: Peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun
emosional. Melalui pengalaman langsung pembelajaran akan lebih memberi
makna kepada sisa dari pada hanya mendengarkan;
2. Komunikasi : Kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta didik;
3. Interaksi : Kegiatan pembelajarannya memungkinkan terjadinya interaksi multi arah.
4. Refleksi
: Kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan
kembali apa yang telah dilakukan. Proses refleksi sangat perlu dilakukan
untuk mengetahui sejauhmana ketercapaian proses pembelajaran.
C. Landasan Teoritis Srategi Pembelajaran PAIKEM
Berlangsungnya
proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.
Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas.
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan
menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan
teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi
bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat
diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah
dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada
lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa
yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan
diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi
positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model
pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan
pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja
sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan
adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai
sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat
dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan
sikap cinta lingkungan.
Konsep-konsep
sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa
melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari
diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa
keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya
kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together
(belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran
dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.
D. Penerapan Strategi PAIKEM Dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Siswa
terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan
kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru
menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan
semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk
menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru
mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu
masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam
menciptakan lingkungan sekolahnya.
Sumber : http://azkiyatunnufus.blogspot.com/2011/12/strategi-pembelajaran-paikem.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar